1. PFD (Personal Floating Device)/Life Jackets (Pelampung)
Seperti
perahu, PFD atau pelampung memiliki berbagai jenis dan ukuran.Ia
terbuat dari bahan polyfoam yang dibungkus dengan bahan kedap air yang
berwarna terang. US Coastal Guard menganjurkan memakai PFD pada setiap
kegiatan arung jeram.Pelampung jenis ini yang paling umum digunakan pula
oleh para rafter dalam setiap pengarungannya.
Setiap
PFD memiliki daya apung tinggi– dihitung berdasarkan berat tubuh
rata-rata saat berada di dalam air.Maka anda tidak perlu takut tenggelam
saat berada di dalam air.
Cara pemakaian PFD/Pelampung:
Pilihlah
PFD yang berwarna cerah.Pastikan tidak ada lubang atau jahitan yang
terlepas pada PFD tersebut, serta strap yang ada dapat dipasang dan
dilepas dengan mudah.Bila bagian perut anda lebih besar dari bagian
dada, pilih dan pakailah PFD dengan ukuran lebih besar.
PFD
atau pelampung dipakai seperti menggunakan rompi/jaket. Pastikan setiap
strap terpasang dengan benar dan bantalan kepala berada di luar. Atur
keeratan tali senyaman mungkin, sehingga PFD yang anda gunakan tidak
terlalu sempit atau longgar.
Setelah anda selesai memakai PFD, lakukan gerakan berikut:
1.
Pada posisi berdiri, putarkan badan anda ke kiri dan kanan. Pastikan
PFD yang digunakan tidak menghambat gerak tubuh anda dan tidak mengalami
pergeseran/perubahan posisi. Ini ditandai dengan letak strap tetap pada
satu garis tegak lurus seperti posisi kancing kemeja. Jika terjadi
pegeseran, atur kembali keeratan tali pada setiap strap. Jangan malu dan
ragu untuk minta skipper/rekan membantu mengatur keeratan tali strap
ini.
2.
Pada posisi duduk kedua kaki diluruskan kedepan; putarkan badan anda ke
kiri dan kanan lalu lakukan gerakan membungkuk. Pastikan PFD yang
digunakan tidak menghambat gerak tubuh anda.Jika terjadi pegeseran, atur
kembali keeratan setiap strap yang ada.
3.
Masih dalam posisi duduk dan kedua kaki diluruskan ke depan, minta
bantuan skipper/rekan untuk menarik/mengangkat pelampung yang anda
gunakan pada bagian bahu dari arah belakang. Pastikan saat pelampung dan
tubuh anda ditarik/diangkat, posisi bahu pelampung tidak melebihi batas
telinga anda. Jika ya, atur kembali keeratan setiap strap yang ada.
2. Riverboats (perahu)Ini alat utama yang harus ada, karena tak mungkin kita ber arung jeram menggunakan ban dalam mobil atau pelampung boneka milik adik bayi kita. Dan tak hanya sekedar bisa mengapung atau mengambang, bisa bermanuver dengan cepat, dia mengeluarkan air secara otomatis, memiliki empat tabung udara yang sehingga jika salah satu tabung bocor akan digantikan oleh yang lain, dan yang pasti kuat dan kokoh.
Jenis - jenis perahu karet :
a. Landing Craft Rubber, Perahu karet dengan mesin tanpa bunyi, yang digunakan untuk operasi pnyusupan dimalam hari.
b. Oval, Perahu dengan rancangan bagian buritan dan haluan dibuat agak mencuat agar air tidak mudah masuk dan mampu menjaga kestabilan perahu ketika melewati jeram besar. Perahu dibagi atas dua golongan yaitu:
a. Non self Bailing Floor
Perahu ini tidak dilengkapi dengan lubang - lubang pembuangan air, sehingga air yang masuk kedalam perahu, karena itu perahu jenis ini harus dilengkapi dengan ember / gayung untuk membuang air.
b. Self Bailing Floor
Perahu jenis ini adalah perahu jenis terbaru. Perahu jenis ini dilengkapi dengan lantai yang dipompa dan lubang pembuangan air. Air yang masuk kedalam perahu otomatis akan keluar dengan sendirinya.
Bagian-bagian yang terdapat pada perahu:
1. Bow and Stern (busur dan
buritan)
2. Chamber atau biasa disebut tube (ruang)
3. Floor (lantai)
4. Thwart (
5. Boat line (tali kapal)
6. D-Ring (
7. Handling Grip
8. Bilge Hole/self bailing
9. Valve (katup/pembuka angin)
Cara duduk di perahu berbeda dengan
cara duduk di kursi, yaitu dengan menyamping. Peserta duduk pada sisi perahu
(baik sisi kiri maupun sisi kanan), kaki dalam posisi kuda-kuda pada lantai
perahu.Posisi kuda-kuda ini dimaksudkan sebagai pengatur keseimbangan badan
selama anda mengikuti pengarungan.Saat duduk di perahu, perhatikan jangan
sampai ada bagian tubuh anda yang terikat atau terlilit tali. Ini sangat
berbahaya jika perahu mengalami flip atau terbalik.
Posisi duduk anda pun harus mudah
untuk menggapai boat line.Bila boat line pada perahu anda terlihat kendur,
beritahukan segera pada skipper untuk mengencangkan boat line tersebut agar
tidak mengganggu selama pengarungan.
Aturlah jarak duduk anda dengan
peserta yang lain agar tidak mengganggu pergerakan selama pengarungan, baik
untuk mendayung maupun saat menjalankan instruksi moving position atau
perpindahan.
2.1.3 Paddle (Dayung)
Dayung sebagai alat kayuh pada olahraga arung jeram sedapat mungkin
dibuat dari bahan yang kuat tetapi ringan.
Ada beberapa jenis dayung yang biasa digunakan untuk berarung jeram
:
- Dayung
kayu, lebih berat dan kekuatannya kurang dibandingkan dengan dayung yang
dibuat dari bahan lain.
- Dayung
fiber glass, dayung ini cukup ringan tetapi mudah pecah dan pecahannya
sangat tajam, bisa melukai pemakai atau orang disekitarnya.
- Dayung
Alumunium dan Plastik, dayung ini cukup ringan, mudah terapung, lebih kuat
dari dayung lainnya. Dayung jenis ini yang lebih banyak dipakai
berarung jeram. Dayung yang
diperlukan oleh awak perahu, panjangnya sekitar 4,5-6 kaki.tetapi umumnya
adalah 5-5,5 kaki. Sesungguhnya factor penentu ukuran panjang dayung ada
tiga hal yaitu : besar badan dan kekuatan awak, diameter tabung perahu dan
kelilingnya, sebagai pendayung awak atau pendayung kemudi/kapten.
Setiap dayung terdiri dari tiga bagian, yaitu:
1) Pegangan, berbentuk huruf “T”, biasa disebut “T grip”.
2) Gagang, terbuat dari bahan alumunium.
3) Blade/bilah, terbuat dari bahan fiber dilapisi serat karbon yang
ringan dan kuat. Namun ada pula yang terbuat dari bahan campuran plastik.
Cara memegang dayung:
Memegang dayung dalam kegiatan arung
jeram mirip dengan cara memegang sapu. Yang membedakannya hanya pegangan pada
bagian “T-Grip”.
Bagian ini digenggam dengan empat
jari pada bagian atas T horisontal (dayung dalam posisi berdiri dan bagian
bilah berada dibawah), sementara jari jempol menjepit bagian T horisontal dari
bagian bawah. Cara memegang ini sama untuk tangan kiri (peserta yang duduk pada
bagian kanan perahu), maupun kanan (peserta yang duduk pada bagian kiri
perahu).
Lengan yang lain menggenggam bagian
gagang, berjarak lebih kurang sejengkal dari bilah dayung. Jangan terlalu
dekat/rendah ataupun terlalu jauh/tinggi. Biasakan diri dengan cara memegang
dayung ini, baik dengan tangan kanan maupun kiri. Lakukan pemanasan dengan
menggunakan dayung bersama rekan-rekan anda.
2.1.4 Helm
Mengarungi sungai berjeram dengan
letak batuan yang tidak beraturan atau sungai dengan tingkat kesulitan yang
tinggi, helm mutlak digunakan.Tujuannya untuk melindungi kepala dari
kemungkinan benturan benda keras.Helm yang baik harus ringan, tahan air, dan
tidak mengganggu pandangan maupun gerakan.
Pilihlah helm sesuai dengan ukuran
kepala.Pastikan tidak ada keretakan pada helm tersebut, serta semua tali dan strap
masih dalam kondisi yang baik.Pakailah seperti pemakaian helm pada umumnya.
Atur strap senyaman mungkin; jangan
terlalu sempit atau terlalu longgar agar tidak mengganggu pandangan anda selama
pengarungan.Sekali lagi, pastikan strap sudah terpasang dan pada posisi yang
benar.
2.1.5 Pakaian
Pakaian yang tepat untuk
berarung jeram adalah pakaian yang memungkinkan kita tetap leluasa dalam
bergerak. Jangan sekali – kali menggunakan celana jeans, karena selain tidak
mudah kering dan berat , celana jenis ini tidak memungkinkan kita untuk
bergerak dengan leluasa. Biasanya jenis celana dan baju yang digunakan adalah
yang berbahan parasut / berkain tipis.
2.1.6 Sepatu
Untuk melindungi kaki
dari kemungkinan terluka, gunakan jenis sepatu yang dapat melindungi telapak
kaki, namun pergelangan kaki dapat tetap bergerak bebas, termasuk memudahkan
untuk berenang.Jenis sepatu yang digunakan biasanya jenis sepatu dengan alas
sepatu yang tipis namun cukup lentur untuk kaki bergerak.Dapat juga menggunakan
sandal gunung.
2.1.7 Flip Line
Flip line adalah tali yang panjangnya kira-kira
setengah meter sampai dua meter dan kedua ujungnya disimpul dengan sebuah
carabiner. Biasanya alat ini dipakai di pinggang para rafter. Guna flip line
adalah :
1.
Alat bantu untuk melepaskan perahu yang tersangkut di batu.
2.
Alat bantu untuk membalikkan perahu bila perahu terbalik
3.
Alat bantu untuk melepaskan perahu dalam keadaan wrap ringan
2.1.8 Peluit
Dalam pengarungan peliut banyak fungsinya,
terutama sebagai alat komunikasi ke perahu lainnya. Sinyal yang mesti diketahui
dalam peluit yaitu :
1.
Peluit 1 kali berarti perhatian
2.
Peluit 2 kali berarti jalan
3.
Peluit 3 kali berarti ada masalah atau minta pertolongan
sumber: toceng





Tidak ada komentar:
Posting Komentar