Laman

Latest in Tech

Jumat, 20 November 2015

Peralatan Arum Jeram

1.  PFD (Personal Floating Device)/Life Jackets (Pelampung)
Seperti perahu, PFD atau pelampung memiliki berbagai jenis dan ukuran.Ia terbuat dari bahan polyfoam yang dibungkus dengan bahan kedap air yang berwarna terang. US Coastal Guard menganjurkan memakai PFD pada setiap kegiatan arung jeram.Pelampung jenis ini yang paling umum digunakan pula oleh para rafter dalam setiap pengarungannya.
Setiap PFD memiliki daya apung tinggi– dihitung berdasarkan berat tubuh rata-rata saat berada di dalam air.Maka anda tidak perlu takut tenggelam saat berada di dalam air.
Cara pemakaian PFD/Pelampung:
Pilihlah PFD yang berwarna cerah.Pastikan tidak ada lubang atau jahitan yang terlepas pada PFD tersebut, serta strap yang ada dapat dipasang dan dilepas dengan mudah.Bila bagian perut anda lebih besar dari bagian dada, pilih dan pakailah PFD dengan ukuran lebih besar.
PFD atau pelampung dipakai seperti menggunakan rompi/jaket. Pastikan setiap strap terpasang dengan benar dan bantalan kepala berada di luar. Atur keeratan tali senyaman mungkin, sehingga PFD yang anda gunakan tidak terlalu sempit atau longgar.

Setelah anda selesai memakai PFD, lakukan gerakan berikut:
1. Pada posisi berdiri, putarkan badan anda ke kiri dan kanan. Pastikan PFD yang digunakan tidak menghambat gerak tubuh anda dan tidak mengalami pergeseran/perubahan posisi. Ini ditandai dengan letak strap tetap pada satu garis tegak lurus seperti posisi kancing kemeja. Jika terjadi pegeseran, atur kembali keeratan tali pada setiap strap. Jangan malu dan ragu untuk minta skipper/rekan membantu mengatur keeratan tali strap ini.

2. Pada posisi duduk kedua kaki diluruskan kedepan; putarkan badan anda ke kiri dan kanan lalu lakukan gerakan membungkuk. Pastikan PFD yang digunakan tidak menghambat gerak tubuh anda.Jika terjadi pegeseran, atur kembali keeratan setiap strap yang ada.

3. Masih dalam posisi duduk dan kedua kaki diluruskan ke depan, minta bantuan skipper/rekan untuk menarik/mengangkat pelampung yang anda gunakan pada bagian bahu dari arah belakang. Pastikan saat pelampung dan tubuh anda ditarik/diangkat, posisi bahu pelampung tidak melebihi batas telinga anda. Jika ya, atur kembali keeratan setiap strap yang ada.

2. Riverboats (perahu)

   
         Ini alat utama yang harus ada, karena tak mungkin kita ber arung jeram menggunakan ban dalam mobil atau pelampung boneka milik adik bayi kita. Dan tak hanya sekedar bisa mengapung atau mengambang, bisa bermanuver dengan cepat, dia mengeluarkan air secara otomatis, memiliki empat tabung udara yang sehingga jika salah satu tabung bocor akan digantikan oleh yang lain, dan yang pasti kuat dan kokoh.

Jenis - jenis perahu karet :
a. Landing Craft Rubber
, Perahu karet dengan mesin tanpa bunyi, yang digunakan untuk operasi pnyusupan dimalam hari.
b. Oval, Perahu dengan rancangan bagian buritan dan haluan dibuat agak mencuat agar air tidak mudah masuk dan mampu menjaga kestabilan perahu ketika melewati jeram besar. Perahu dibagi atas dua golongan yaitu:
a. Non self Bailing Floor
Perahu ini tidak dilengkapi dengan lubang - lubang pembuangan air, sehingga air yang masuk kedalam perahu, karena itu perahu jenis ini harus dilengkapi dengan ember / gayung untuk membuang air.
b. Self Bailing Floor 
Perahu jenis ini adalah perahu jenis terbaru. Perahu jenis ini dilengkapi dengan lantai yang dipompa dan lubang pembuangan air. Air yang masuk kedalam perahu otomatis akan keluar dengan sendirinya.

Bagian-bagian yang terdapat pada perahu:
1. Bow and Stern (busur dan buritan)
2. Chamber atau biasa disebut tube (ruang)
3. Floor (lantai)
4. Thwart (
5. Boat line (tali kapal)
6. D-Ring (
7. Handling Grip
8. Bilge Hole/self bailing
9. Valve (katup/pembuka angin)

Cara duduk di perahu berbeda dengan cara duduk di kursi, yaitu dengan menyamping. Peserta duduk pada sisi perahu (baik sisi kiri maupun sisi kanan), kaki dalam posisi kuda-kuda pada lantai perahu.Posisi kuda-kuda ini dimaksudkan sebagai pengatur keseimbangan badan selama anda mengikuti pengarungan.Saat duduk di perahu, perhatikan jangan sampai ada bagian tubuh anda yang terikat atau terlilit tali. Ini sangat berbahaya jika perahu mengalami flip atau terbalik.
Posisi duduk anda pun harus mudah untuk menggapai boat line.Bila boat line pada perahu anda terlihat kendur, beritahukan segera pada skipper untuk mengencangkan boat line tersebut agar tidak mengganggu selama pengarungan.
Aturlah jarak duduk anda dengan peserta yang lain agar tidak mengganggu pergerakan selama pengarungan, baik untuk mendayung maupun saat menjalankan instruksi moving position atau perpindahan.


2.1.3  Paddle (Dayung)
Dayung sebagai alat kayuh pada olahraga arung jeram sedapat mungkin dibuat dari bahan yang kuat tetapi ringan.
Ada beberapa jenis dayung yang biasa digunakan untuk berarung jeram :
  1. Dayung kayu, lebih berat dan kekuatannya kurang dibandingkan dengan dayung yang dibuat dari bahan lain.
  2. Dayung fiber glass, dayung ini cukup ringan tetapi mudah pecah dan pecahannya sangat tajam, bisa melukai pemakai atau orang disekitarnya.
  3. Dayung Alumunium dan Plastik, dayung ini cukup ringan, mudah terapung, lebih kuat dari dayung lainnya. Dayung jenis ini yang lebih banyak dipakai berarung  jeram. Dayung yang diperlukan oleh awak perahu, panjangnya sekitar 4,5-6 kaki.tetapi umumnya adalah 5-5,5 kaki. Sesungguhnya factor penentu ukuran panjang dayung ada tiga hal yaitu : besar badan dan kekuatan awak, diameter tabung perahu dan kelilingnya, sebagai pendayung awak atau pendayung kemudi/kapten.
Setiap dayung terdiri dari tiga bagian, yaitu:
1) Pegangan, berbentuk huruf “T”, biasa disebut “T grip”.
2) Gagang, terbuat dari bahan alumunium.
3) Blade/bilah, terbuat dari bahan fiber dilapisi serat karbon yang ringan dan kuat. Namun ada pula yang terbuat dari bahan campuran plastik.
Cara memegang dayung:
Memegang dayung dalam kegiatan arung jeram mirip dengan cara memegang sapu. Yang membedakannya hanya pegangan pada bagian “T-Grip”.
Bagian ini digenggam dengan empat jari pada bagian atas T horisontal (dayung dalam posisi berdiri dan bagian bilah berada dibawah), sementara jari jempol menjepit bagian T horisontal dari bagian bawah. Cara memegang ini sama untuk tangan kiri (peserta yang duduk pada bagian kanan perahu), maupun kanan (peserta yang duduk pada bagian kiri perahu).
Lengan yang lain menggenggam bagian gagang, berjarak lebih kurang sejengkal dari bilah dayung. Jangan terlalu dekat/rendah ataupun terlalu jauh/tinggi. Biasakan diri dengan cara memegang dayung ini, baik dengan tangan kanan maupun kiri. Lakukan pemanasan dengan menggunakan dayung bersama rekan-rekan anda.

2.1.4 Helm
Mengarungi sungai berjeram dengan letak batuan yang tidak beraturan atau sungai dengan tingkat kesulitan yang tinggi, helm mutlak digunakan.Tujuannya untuk melindungi kepala dari kemungkinan benturan benda keras.Helm yang baik harus ringan, tahan air, dan tidak mengganggu pandangan maupun gerakan.
Pilihlah helm sesuai dengan ukuran kepala.Pastikan tidak ada keretakan pada helm tersebut, serta semua tali dan strap masih dalam kondisi yang baik.Pakailah seperti pemakaian helm pada umumnya.
Atur strap senyaman mungkin; jangan terlalu sempit atau terlalu longgar agar tidak mengganggu pandangan anda selama pengarungan.Sekali lagi, pastikan strap sudah terpasang dan pada posisi yang benar.

2.1.5 Pakaian
Pakaian yang tepat untuk berarung jeram adalah pakaian yang memungkinkan kita tetap leluasa dalam bergerak. Jangan sekali – kali menggunakan celana jeans, karena selain tidak mudah kering dan berat , celana jenis ini tidak memungkinkan kita untuk bergerak dengan leluasa. Biasanya jenis celana dan baju yang digunakan adalah yang berbahan parasut / berkain tipis.

2.1.6 Sepatu
Untuk melindungi kaki dari kemungkinan terluka, gunakan jenis sepatu yang dapat melindungi telapak kaki, namun pergelangan kaki dapat tetap bergerak bebas, termasuk memudahkan untuk berenang.Jenis sepatu yang digunakan biasanya jenis sepatu dengan alas sepatu yang tipis namun cukup lentur untuk kaki bergerak.Dapat juga menggunakan sandal gunung.
2.1.7 Flip Line



Flip line adalah tali yang panjangnya kira-kira setengah meter sampai dua meter dan kedua ujungnya disimpul dengan sebuah carabiner. Biasanya alat ini dipakai di pinggang para rafter. Guna flip line adalah :
1.    Alat bantu untuk melepaskan perahu yang tersangkut di batu.
2.    Alat bantu untuk membalikkan perahu bila perahu terbalik
3.    Alat bantu untuk melepaskan perahu dalam keadaan wrap ringan


2.1.8 Peluit
Dalam pengarungan peliut banyak fungsinya, terutama sebagai alat komunikasi ke perahu lainnya. Sinyal yang mesti diketahui dalam peluit yaitu :
1.    Peluit 1 kali berarti perhatian
2.    Peluit 2 kali berarti jalan
3.    Peluit 3 kali berarti ada masalah atau minta pertolongan

sumber: toceng


Tidak ada komentar:

Posting Komentar