Laman

Latest in Tech

Jumat, 20 November 2015

Bivak Tempat Perlindungan Sementara

Tempat perlindungan sementara yang memenuhi syarat bisa melindungi diri dari hujan, panas, serangga, binatang atauuntuk kebutuhan lain misalnya : posko komunikasi, perbekalan. Maka pembuatannya berdasarkan kebutuhan, namun harus memenuhi syarat pokok dari segi :
     1.   Kesehatan
     2.   Teknis

A. Maksud dari segi kesehatan :
1. Ada sumber air untuk minum atau masak pada jarak dekat.
2. Mudah mengalirkan air kotor.
3. Tanah mudah menyerap air/lekas kering.
4. Tanah tidak berbau atau beruap. Contoh : kuburan.
B. Maksud dari segi teknis :
1. Dekat sumber bahan.
2. Dekat kayu baker.

Tujuan syarat pokok adalah agar pendirian bivak cepat dan tepat untuk keperluan tugas. Sedang lokasi yang memenuhi syarat adalah :
1.      Daerah ketinggian, bukan disungai kering.
2.      Jangan dibawah pohon dengan ranting lapuk.
3.      Jangan dibawah atau diatas tebing.
4.      Jangan menghadap arah angin.
5.      Tidak dilewati binatang.

Jenis/macam tempat perlindungan :
1.      Alam.
2.      Sementara.
3.      Semi permanent.

Sedang pembuatan bivak dipengaruhi oleh bahan yang tersedia :
1.      Yang ada di alam, misal :
o    kayu/ranting untuk tiang
o    sulur rotan/ijuk aren untuk tali
o    macam-macam daun : nipah, pala, aren, pisang hutan, kelapa, lang-alang, talas dan lainnya untuk atap atau dinding
1.      Bahan yang sudah dipersiapkan, misal :
o    ponco/jas hujan
o    plastik besar
bentuknya pun mengacu pada maksud tempat berlindung dibuat yaitu : segitiga, setengah lingkaran, segi empat.

Tempat Perlindungan
1.      Alam: contoh yang lazim ialah ceruk-ceruk atau goa, pohon.
2.      Sementara :
a. dengan ponco: bisa bentuk miring atau tenda, atap lebih rendah membuat suhu didalamnya lebih hangat
b. dengan bahan-bahan ysng tersedia di alam.
3.      Semi Permanen
Menggunakan kerangka, mempunyai dinding dan pintu untuk keluar masuk. Contoh : gubug, tenda/dome.

Untuk daerah yang banyak binatang buas, jarak lantai dari tanah minimal 3 meter.

Membuat Api

Perlunya api pada kondisi darurat karena peranannya sebagai penghangat, isyarat, memasak, merebus air, dll.
Unsur pembentuk perapian : 
    1.      Penyala : kayu kecil, serbuk kayu lapuk, ranting pinus, kulit palmae, lumut kering
   2.      Pembakar : kayu mati, dahan kering, rumput, kotoran binatang kering, lemak hewan, arang, gambut.
   3.      Api :
        1.      Korek api yang baik.
        2.      Bila tanpa korek
       o    lensa kamera, lensa teropong (binocular) dengan memfokuskan cahaya matahari pada obyek yang dibakar.
       o    Batu api bila ada.
       o    Gesekan-gesekan bambu kering sampai panas sekali dan timbul bara, dalam keadaan darurat cara ini adalh yang paling mudah dikerjakan dan hasilnya paling optimal.
       o    Dll.

Jerat dan perangkap


Adalah tali Bantu untuk menghubungkan/menarik benda.
Ada bebarapa macam yang bisa digunakan untuk perangkap dan jerat binatang.
   1.      Jerat yang mematikan
   2.      Jerat mengikat
Mekanisme kerja adalah menjerat leher/jalan nafas.
Obyeknya : binatang buas seperti babi hutan, kera, dll.
   3.    Jerat tusuk Mekanisme kerja seperti anak panah dengan arah tusukan muka, lambung, atau dari atas.
Bisa berwujud jebakan lubang atau tusukan benda runcing.
Obyek : binatang.
4.      Jerat pukul
Mekanisme kerja adalh memukul/menindas obyek dengan benda berat.
Obyek : binatang buas besar.

Jerat/perangkap hidup
Jerat mengikat
Mekanisme seperti jerat 1.a tapi tidak mematikan
Obyek : rusa, menjangan, ayam hutan, dll.
Perangkap kurungan
Mekanisme adalah bila binatang masuk kurungan akan tertutup.
Obyek : sam seperti 2.a.
Perangkap getah.
Perangkap jaring untuk burung atau kelelawar.
Pancing untuk binatang/ikan.
Perangkap khusus
misal : kelapa berlubang untuk monyet

Kampak dan Pisau

Pisau
Penggunaan
Penggunaan pisau rimba harus dengan cara benar dan tepat dalam melintasi hutan.
Pemakaian yang tepat adalah pengambilan kecepatan dan sudut parang tertentu untuk memperoleh hasil yang baik dan tidak terlalu berat. Kecepatan maksimum diperoleh dengan memegang pisau rimba kuat-kuat dengan ibu jari dan 2 jari lain terlepas, lalu diayun seperti cemeti dengan pergelangan tangan dan ibu jari dan sesaat sebelum kena sasaran dua jari lain yang longgar dieratkan.
Sudut yang baik untuk menebas adalah 45 derajat. Sudut kecil akan menyerempet sehingga membahayakan orang disekitar dan si penebang. Dengan sudut besar pisau akan mental. Miringkan tebasan menjauhi badan dan tidak tegak lurus.

Perawatan
1.      Bila perlu dipertajam, asahlah bagian yang tajam sampai tipis debgan batu licin atau gerenda dan jangan sampai pisau panas agar mata pisau tajamnya tidak berkurang.
2.      Biasakan diberi oli tebal bila tidak dipakai.
3.      Pegangan harus rata agar tidak melepuhkan tangan.

Kampak
Penggunaan
1.      Sudut pegangan kampak bila untuk memotong kayu adalah 45 derajat, bukan mendatar.
2.      Untuk memotong dahan adalah dari batang kearah pucuk pohon dan bukan sebaliknya.
3.      Pengayunan yang tepat akan memberi kekuatan dan memotong dengan beberapa kali pukul lebih dari sekali pukul.

Perawatan

Sama dengan perawatan pisau.

Cara Mencari Air Saat Survival

Kebutuhan Air
Untuk kondisi manusia dapat hidup tanpa air dalam keadaan tubuh sehat maksimal selama empat hari. Akan mati 8-12 hari. Apa benar?kalau ga’ percaya buktikan sendiri.OK!. Bila ada air tetapi tak ada makanan, orang akan bertahan selama 3 minggu. Sedang kebutuhan dasar air pada manusia minimal 2,5 liter perhari. Naik turunnya kebutuhan air tergantung pada aktivitas kegiatan dan makanan yang dimakan, juga dipengaruhi oleh kondisi cuaca atau alam.

Syarat Mutu Air
Air yang dikonsumsi manusia ideal harus memenuhi syarat sebagai berikut :
  1. Syarat Fisik
Tak berbau, tak berasa, tak berwarna dan sejuk (dibawah suhu sekitar), jernih (kekeruhan 1mg/liter SiO2.
  1. Syarat Bakteriologi
-         Angka kuman 1 cc kurang dari 100 cc air.
-         Bakteri coli tak ada dalam 100 cc air.
  1. Syarat Chemis
-         Zat yang ada kurang dari 100 mg/liter
-         Zat organic kurang dari 10 mg/liter
-         Mengandung fluor dan yodium
-         Tak boleh mengandung gas H2S, NH4, NO3 kurang dari 20 mg/liter, NO2
Dalam praktek, persyaratan diatas yang paling mudah dipenuhi adalah syarat fisik, kemudian air dimasak (melalui proses penjernihan dan sterilisasi dengan obat), air langsung dapat diminum.

Macam Air
Mutu tingkat air dimulai dari kandungan zat-zat didalamnya
  1. Air terkontaminasi (CONTAMINATED WATER)
yaitu air yang mengandung racun, unsur kimia biologi, radiology (kibira) atau jasad renik yang dapat menimbulkan sakit.
  1. Air kotor terpolusi (POLLUTED WATER)
yaitu air yang mengandung bahan sampah, Lumpur atau limbah. Tak bisa dipakai karena tidak memenuhi syarat fisik.
  1. Air yang dapat dipakai (PORTABLE WATER)
yaitu air yang bebas kibira, racun dan organisme. Walau rasa kurang enak, sesudah dimasak bisa diminum
  1. Air nyaman (PALATABLE WATER)
yaitu air yang enak dan segar diminum.

Penjernihan Air
Supaya air menjadi “palatable water” tahap-tahapnya :
  1. Sedimentasi
yaitu air didiamkan sampai kotoran mengendap sendiri atau dicampur AlOH.
  1. Koagulasi
yaitu pengendapan melalui zat kimia. Untuk bahan alkali sama dengan FCl2, NH4. non alkali sama dengan Na2SO4.
  1. Filtrasi
yaitu untuk menjernihkan air dengan pasir atau saringan diatomis.
  1. Sterilisasi
yaitu untuk membunuh organisme penyebab penyakit, cara :
-         Delapan tetes yodium tinetur 2,5%/liter  air selama 10 menit
-         KMnO4 (kalium permanganate)
-         Tablet halozone (untuk penjernih air)
-         Dicampur serbuk biji kelor 200mg/liter lalu diendapkan selama ½ jam.
  1. Untuk penghilang bau, warna, racun, adalh dengan karbon aktif seperti : norit, aqua nuchar, hidro darco

Sumber Air
  1. Air yang tidak perlu dimurnikan/palatable water
-         Air bron/mata air
-         Air sumur, waduk, sungai, telaga, air hujan, mata air
-         Air dari tanaman :         * kelapa, kaktus dipotong diperas
* liana/rotan dengan memotong dekat tanah ditampung
* palmae diambil niranya
* ruas bambu, bonggol pisang, lumut
-     Air tampungan dari embun
  1. Air yang dimurnikan
-         Air berlumpur
-         Air yang tidak memenuhi syarat fisik.

Pencarian Air
  1. Pada tanah berbatu
-         Cari mata air pada daerah karst
-         Dari saluran air pada dinding lembah yang memotong lapisan berpori.
-         Pada daerah granit cari pinggir bukit  berumput paling hijau.
  1. Pada tanah gembur
-         Cari pada daerah lembah atau lereng.
-         Kadang terdapat genangan kecil, air harus disterilkan.
  1. Di pegunungan
-         Digali bekas aliran sungai pada kelokan sebelah luar.
-         Pada hutan lumut, ambil lumut lalu peras.

  1. Dari tumbuh-tumbuhan.
  2. Menampung embun.

Peralatan Arum Jeram

1.  PFD (Personal Floating Device)/Life Jackets (Pelampung)
Seperti perahu, PFD atau pelampung memiliki berbagai jenis dan ukuran.Ia terbuat dari bahan polyfoam yang dibungkus dengan bahan kedap air yang berwarna terang. US Coastal Guard menganjurkan memakai PFD pada setiap kegiatan arung jeram.Pelampung jenis ini yang paling umum digunakan pula oleh para rafter dalam setiap pengarungannya.
Setiap PFD memiliki daya apung tinggi– dihitung berdasarkan berat tubuh rata-rata saat berada di dalam air.Maka anda tidak perlu takut tenggelam saat berada di dalam air.
Cara pemakaian PFD/Pelampung:
Pilihlah PFD yang berwarna cerah.Pastikan tidak ada lubang atau jahitan yang terlepas pada PFD tersebut, serta strap yang ada dapat dipasang dan dilepas dengan mudah.Bila bagian perut anda lebih besar dari bagian dada, pilih dan pakailah PFD dengan ukuran lebih besar.
PFD atau pelampung dipakai seperti menggunakan rompi/jaket. Pastikan setiap strap terpasang dengan benar dan bantalan kepala berada di luar. Atur keeratan tali senyaman mungkin, sehingga PFD yang anda gunakan tidak terlalu sempit atau longgar.

Setelah anda selesai memakai PFD, lakukan gerakan berikut:
1. Pada posisi berdiri, putarkan badan anda ke kiri dan kanan. Pastikan PFD yang digunakan tidak menghambat gerak tubuh anda dan tidak mengalami pergeseran/perubahan posisi. Ini ditandai dengan letak strap tetap pada satu garis tegak lurus seperti posisi kancing kemeja. Jika terjadi pegeseran, atur kembali keeratan tali pada setiap strap. Jangan malu dan ragu untuk minta skipper/rekan membantu mengatur keeratan tali strap ini.

2. Pada posisi duduk kedua kaki diluruskan kedepan; putarkan badan anda ke kiri dan kanan lalu lakukan gerakan membungkuk. Pastikan PFD yang digunakan tidak menghambat gerak tubuh anda.Jika terjadi pegeseran, atur kembali keeratan setiap strap yang ada.

3. Masih dalam posisi duduk dan kedua kaki diluruskan ke depan, minta bantuan skipper/rekan untuk menarik/mengangkat pelampung yang anda gunakan pada bagian bahu dari arah belakang. Pastikan saat pelampung dan tubuh anda ditarik/diangkat, posisi bahu pelampung tidak melebihi batas telinga anda. Jika ya, atur kembali keeratan setiap strap yang ada.

2. Riverboats (perahu)

   
         Ini alat utama yang harus ada, karena tak mungkin kita ber arung jeram menggunakan ban dalam mobil atau pelampung boneka milik adik bayi kita. Dan tak hanya sekedar bisa mengapung atau mengambang, bisa bermanuver dengan cepat, dia mengeluarkan air secara otomatis, memiliki empat tabung udara yang sehingga jika salah satu tabung bocor akan digantikan oleh yang lain, dan yang pasti kuat dan kokoh.

Jenis - jenis perahu karet :
a. Landing Craft Rubber
, Perahu karet dengan mesin tanpa bunyi, yang digunakan untuk operasi pnyusupan dimalam hari.
b. Oval, Perahu dengan rancangan bagian buritan dan haluan dibuat agak mencuat agar air tidak mudah masuk dan mampu menjaga kestabilan perahu ketika melewati jeram besar. Perahu dibagi atas dua golongan yaitu:
a. Non self Bailing Floor
Perahu ini tidak dilengkapi dengan lubang - lubang pembuangan air, sehingga air yang masuk kedalam perahu, karena itu perahu jenis ini harus dilengkapi dengan ember / gayung untuk membuang air.
b. Self Bailing Floor 
Perahu jenis ini adalah perahu jenis terbaru. Perahu jenis ini dilengkapi dengan lantai yang dipompa dan lubang pembuangan air. Air yang masuk kedalam perahu otomatis akan keluar dengan sendirinya.

Bagian-bagian yang terdapat pada perahu:
1. Bow and Stern (busur dan buritan)
2. Chamber atau biasa disebut tube (ruang)
3. Floor (lantai)
4. Thwart (
5. Boat line (tali kapal)
6. D-Ring (
7. Handling Grip
8. Bilge Hole/self bailing
9. Valve (katup/pembuka angin)

Cara duduk di perahu berbeda dengan cara duduk di kursi, yaitu dengan menyamping. Peserta duduk pada sisi perahu (baik sisi kiri maupun sisi kanan), kaki dalam posisi kuda-kuda pada lantai perahu.Posisi kuda-kuda ini dimaksudkan sebagai pengatur keseimbangan badan selama anda mengikuti pengarungan.Saat duduk di perahu, perhatikan jangan sampai ada bagian tubuh anda yang terikat atau terlilit tali. Ini sangat berbahaya jika perahu mengalami flip atau terbalik.
Posisi duduk anda pun harus mudah untuk menggapai boat line.Bila boat line pada perahu anda terlihat kendur, beritahukan segera pada skipper untuk mengencangkan boat line tersebut agar tidak mengganggu selama pengarungan.
Aturlah jarak duduk anda dengan peserta yang lain agar tidak mengganggu pergerakan selama pengarungan, baik untuk mendayung maupun saat menjalankan instruksi moving position atau perpindahan.


2.1.3  Paddle (Dayung)
Dayung sebagai alat kayuh pada olahraga arung jeram sedapat mungkin dibuat dari bahan yang kuat tetapi ringan.
Ada beberapa jenis dayung yang biasa digunakan untuk berarung jeram :
  1. Dayung kayu, lebih berat dan kekuatannya kurang dibandingkan dengan dayung yang dibuat dari bahan lain.
  2. Dayung fiber glass, dayung ini cukup ringan tetapi mudah pecah dan pecahannya sangat tajam, bisa melukai pemakai atau orang disekitarnya.
  3. Dayung Alumunium dan Plastik, dayung ini cukup ringan, mudah terapung, lebih kuat dari dayung lainnya. Dayung jenis ini yang lebih banyak dipakai berarung  jeram. Dayung yang diperlukan oleh awak perahu, panjangnya sekitar 4,5-6 kaki.tetapi umumnya adalah 5-5,5 kaki. Sesungguhnya factor penentu ukuran panjang dayung ada tiga hal yaitu : besar badan dan kekuatan awak, diameter tabung perahu dan kelilingnya, sebagai pendayung awak atau pendayung kemudi/kapten.
Setiap dayung terdiri dari tiga bagian, yaitu:
1) Pegangan, berbentuk huruf “T”, biasa disebut “T grip”.
2) Gagang, terbuat dari bahan alumunium.
3) Blade/bilah, terbuat dari bahan fiber dilapisi serat karbon yang ringan dan kuat. Namun ada pula yang terbuat dari bahan campuran plastik.
Cara memegang dayung:
Memegang dayung dalam kegiatan arung jeram mirip dengan cara memegang sapu. Yang membedakannya hanya pegangan pada bagian “T-Grip”.
Bagian ini digenggam dengan empat jari pada bagian atas T horisontal (dayung dalam posisi berdiri dan bagian bilah berada dibawah), sementara jari jempol menjepit bagian T horisontal dari bagian bawah. Cara memegang ini sama untuk tangan kiri (peserta yang duduk pada bagian kanan perahu), maupun kanan (peserta yang duduk pada bagian kiri perahu).
Lengan yang lain menggenggam bagian gagang, berjarak lebih kurang sejengkal dari bilah dayung. Jangan terlalu dekat/rendah ataupun terlalu jauh/tinggi. Biasakan diri dengan cara memegang dayung ini, baik dengan tangan kanan maupun kiri. Lakukan pemanasan dengan menggunakan dayung bersama rekan-rekan anda.

2.1.4 Helm
Mengarungi sungai berjeram dengan letak batuan yang tidak beraturan atau sungai dengan tingkat kesulitan yang tinggi, helm mutlak digunakan.Tujuannya untuk melindungi kepala dari kemungkinan benturan benda keras.Helm yang baik harus ringan, tahan air, dan tidak mengganggu pandangan maupun gerakan.
Pilihlah helm sesuai dengan ukuran kepala.Pastikan tidak ada keretakan pada helm tersebut, serta semua tali dan strap masih dalam kondisi yang baik.Pakailah seperti pemakaian helm pada umumnya.
Atur strap senyaman mungkin; jangan terlalu sempit atau terlalu longgar agar tidak mengganggu pandangan anda selama pengarungan.Sekali lagi, pastikan strap sudah terpasang dan pada posisi yang benar.

2.1.5 Pakaian
Pakaian yang tepat untuk berarung jeram adalah pakaian yang memungkinkan kita tetap leluasa dalam bergerak. Jangan sekali – kali menggunakan celana jeans, karena selain tidak mudah kering dan berat , celana jenis ini tidak memungkinkan kita untuk bergerak dengan leluasa. Biasanya jenis celana dan baju yang digunakan adalah yang berbahan parasut / berkain tipis.

2.1.6 Sepatu
Untuk melindungi kaki dari kemungkinan terluka, gunakan jenis sepatu yang dapat melindungi telapak kaki, namun pergelangan kaki dapat tetap bergerak bebas, termasuk memudahkan untuk berenang.Jenis sepatu yang digunakan biasanya jenis sepatu dengan alas sepatu yang tipis namun cukup lentur untuk kaki bergerak.Dapat juga menggunakan sandal gunung.
2.1.7 Flip Line



Flip line adalah tali yang panjangnya kira-kira setengah meter sampai dua meter dan kedua ujungnya disimpul dengan sebuah carabiner. Biasanya alat ini dipakai di pinggang para rafter. Guna flip line adalah :
1.    Alat bantu untuk melepaskan perahu yang tersangkut di batu.
2.    Alat bantu untuk membalikkan perahu bila perahu terbalik
3.    Alat bantu untuk melepaskan perahu dalam keadaan wrap ringan


2.1.8 Peluit
Dalam pengarungan peliut banyak fungsinya, terutama sebagai alat komunikasi ke perahu lainnya. Sinyal yang mesti diketahui dalam peluit yaitu :
1.    Peluit 1 kali berarti perhatian
2.    Peluit 2 kali berarti jalan
3.    Peluit 3 kali berarti ada masalah atau minta pertolongan

sumber: toceng